KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON CAMPURAN PANAS (HOT MIX)


Aspal beton campuran panas adalah salah satu macam dari lapis konstruksi perkerasan lentur. Berikut ini merupakan karakteristik campuran yang harus ada pada campuran aspal beton campuran panas.

Stabilitas
Stabilitas lapisan perkerasan jalan adalah kemampuan lapisan perkerasan untuk mendapatkan beban lalu lintas tanpa terjadi perubahan bentuk sedikitpun, seperti jalan gelombang, alur, ataupun naiknya aspal ke permukaan secara berlebihan.
Kebutuhan akan stabilitas setingkat dengan jumlah lalu lintas dan beban kendaraan yang akan memakai jalan tersebut. Jalan dengan volume lalu lintas besar dan mayoritas adalah kendaraan berat, menuntut stabilitas yang lebih besar dibanding jalan dengan volume lalu lintas yang kecil.
Kestabilan yang tinggi berakibat lapisan itu menjadi kaku serta cepat mengalami keretakan, disamping itu karena volume antar agregat kurang, mengakibatkan kadar aspal yang dibutuhkan pun rendah. Hal ini menghasilkan film aspal/ selimut aspal tipis dan mengakibatkan ikatan aspal mudah lepas sehingga durabilitasnya rendah.
Stabilitas dapat terjadi dari hasil geseran antar butir, penguncian antar partikel dan daya ikat yang baik dari lapisan aspal. Dengan demikian stabilitas yang tinggi dapat diperoleh dengan mengusahakan penggunaan :
1. Agregat dengan gradasi yang rapat
2. Agregat dengan permukaan yang kasar
3. Agregat berbentuk kubus
4. Aspal dengan penetrasi rendah
5. Aspal dalam jumlah yang mencukupi untuk ikatan antar butir

Durabilitas (keawetan/daya tahan)
Durabilitas dibutuhkan pada lapisan permukaan aspal sehingga lapisan ini dapat menahan keausan yang dipengaruhi cuaca, air, serta perubahan suhu ataupun keausan karena gesekan dengan roda kendaraan.
Faktor yang mempengaruhi durabilitas lapis aspal beton yaitu :
1. Film aspal/selimut aspal, film aspal yang tebal bisa menghasilkan lapis aspal beton yang berdurabilitas tinggi, tapi kemungkinan besar terjadinya bleeding.
2. VIM kecil sehingga lapis kedap air dan udara tidak masuk pada campuran yang mengakibatkan terjadinya oksidasi dan aspal menjadi rapuh/getas.
3. VMA besar, sehingga film aspal bisa dibuat tebal, jika VMA dan VIM kecil serta kadar aspal besar kemungkinan terjadinya bleeding besar. Untuk mencapai VMA yang besar ini digunakan agregat bergradasi senjang.

Flexibilitas (kelenturan)
Flexibilitas pada lapisan perkerasan yaitu kemampuan lapisan agar bisa mengikuti deformasi yang terjadi dikarenakan beban lalu lintas berulang tanpa timbulnya retak dan perubahan volume.
Flexibilitas yang tinggi dapat diperoleh dengan :
1. Penggunaan agregat bergradasi senjang sehingga didapat VMA yang besar.
2. Penggunaan aspal lunak (aspal dengan penetrasi yang tinggi)
3. Penggunaan aspal yang cukup banyak, sehingga didapat VIM yang kecil.

Skid resistance (tahanan geser/kekesatan)
Tahanan geser yaitu kekesatan yang ada pada perkerasan sehingga kendaraan tidak mengalami slip, baik saat hujan atau basah maupun saat kering. Kekesatan dinyatakan dengan koefisien gesek antar ban kendaraan dan permukaan.
Tahanan geser tinggi jika :
1. Penggunaan kadar aspal yang tepat sehingga tak terjadi bleeding.
2. Penggunaan agregat dengan permukaan kasar.
3. Penggunaan agregat berbentuk kubus.
4. Penggunaan agregat kasar yang cukup.

Ketahanan kelelahan (fatique resistance)
Ketahanan kelelahan yaitu ketahanan dari lapis aspal beton saat diberi beban berulang tanpa terjadi kelelahan yang berupa alur (ruting) dan retak.
Faktor yang mempengaruhi ketahanan terhadap kelelahan adalah :
1. Kadar aspal yang rendah dan VIM tinggi akan mengakibatkan kelelahan yang lebih cepat.
2. VMA yang tinggi dan kadar aspal yang tinggi dapat mengakibatkan lapis perkerasan menjadi flexibel.

Kemudahan pelaksanaan  (work ability)
Kemudahan pelaksanaan yaitu seberapa mudahnya pekerjaan suatu campuran untuk bisa dihampar dan dipadatkan sehingga didapatkan hasil yang memenuhi syarat kepadatan yang diharapkan.
Faktor yang mempengaruhi kemudahan dalam pelaksanaan adalah :
1. Gradasi agregat, agregat bergradasi baik lebih mudah dilaksanakan daripada agregat bergradasi lain.
2. Temperatur campuran, hal ini ikut mempengaruhi kekerasan bahan pengikat yang bersifat termoplastis.
3. Kandungan bahan pengisi (filler) yang tinggi mengakibatkan pelaksanaan lebih sulit.

Kedap (impermeabilitas)
Yaitu tingkat kesulitan campuran aspal diresapi air dan udara. Jika air mudah meresap maka aspal akan mudah mengelupas dan bisa juga berusak lapisan konstruksi di bawahnya. Dan jika udara masuk maka akan berakibat aspal beroksidasi sehingga menua dan akhirnya aspal menjadi keras/brittle dan mudah pecah/cracking.

0 Response to "KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON CAMPURAN PANAS (HOT MIX)"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

iklan tengah

Iklan Bawah Artikel