TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI BETON


Teknologi bahan konstruksi adalah inovasi atau perubahan yang diberikan pada suatu material agar memiliki nilai tambah guna memenuhi kebutuhan hidup manusia yang berkaitan dengan bidang konstruksi seperti sarana jalan, gedung, dan lainnya.
Beton merupakan bahan bangunan yang memiliki kuat tekan yang besar, sementara kuat tariknya kecil. Oleh karenanya, beton jika digunakan untuk struktur bangunan, selalu dikombinasikan dengan tulangan baja untuk memperoleh kinerja yang tinggi.
Beton normal didapat dengan mencampurkan portland cement, air, dan agregat. Beton jika ditambah dengan tulangan baja akan menjadi beton bertulang (reinforced concrete). Beton jika ditambah baja prategang menjadi beton pratekan (prestressed concrete).

Selain beton normal seperti di atas, juga terdapat beton khusus yang ditambahkan bahan tambah, misalnya bahan kimia pembantu, serat dan lainnya. Tujuan pemberian bahan tambah adalah untuk menghasilkan beton khusus yang lebih baik dari beton normal.
Mutu beton dan jenis beton khusus berkembang sesuai dengan perubahan atau perkembangan jenis struktur maupun jenis bangunan.
- Beton non struktur (dinding sekat) : beton ringan
- Beton untuk struktur (balok dan kolom) : beton yang kuat tekannya tinggi
- Beton yang berhubungan dengan air (pondasi jembatan) : beton yang rapat air
- Beton yang selalu terendam air sulfat (pondasi dermaga) : beton yang tahan sulfat

Beton sebagai materi komposit, keberhasilan penggunaannya tergantung pada :
1. Perencanaan yang baik
2, Pemilihan dan pengadaan masing-masing material yang baik
3. Proses penanganan material yang baik
4. Proses produksi beton yang baik

Ketika material-material pembentuk beton telah dicampurkan menjadi beton, maka untuk memperoleh beton yang baik harus memperhatikan :
1. Proses penuangan beton yang benar ke lokasi penempatan beton
2. Proses perawatan beton

Untuk menghasilkan beton yang baik, maka setiap butir agregat seluruhnya terbungkus dengan mortar dan ruang antar agregat harus terisi oleh mortar. Maka kualitas pasta atau mortar menentukan kualitas beton. Jadi semen merupakan unsur kunci dalam beton, meskipun jumlahnya hanya 7-15% dari campuran.

Berikut ini presentase komposisi bahan dalam beton :
- Semen berkisar antara 7-15%
- Adapun jumlah agregat sebanyak 61-76%
- Air berkisar antara 16-21%
- Udara berkisar 1-3%
Beton dengan presentase semen sedikit (sampai 7%) disebut beton kurus/lean concrete. Sedangkan beton dengan presentase semen banyak (sampai 15%) disebut beton gemuk/rich concrete.

0 Response to "TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI BETON"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

iklan tengah

Iklan Bawah Artikel